Teori Neorealisme


TEORI NEOREALISME
Publisher : Khairizah (Ilmu HI 2016)


Teori neorealisme merupakan perombakan teori realisme yang sudah ada. Teori ini lebih mengkaji nilai realis tentang hubungan internasional antar negara yang antagonistik dan konfliktual. Hal ini disebabkan, sistem internasional yang bersifat anarki, terbukti dari tidak adanya polisi dunia ataupun pemimpin dunia.
Hal yang membedakan neorealisme dengan realisme dilihat dari aktor yang berperan dalam sistem internasional. Aktor realisme dalam sistem internasional adalah nation-state, sedangkan pada neorealisme aktornya adalah sistem itu sendiri. Dengan demikian, aktor non-negara memiliki peranan yang sama dengan aktor negara dalam sistem internasional, meskipun negara merupakan aktor yang dominan.
Neorealisme disebut juga realisme struktural. Teori ini berusaha untuk lebih ilmiah dan lebih positivis. Dalam teori neorealisme, negara hanya sebagai unit serupa. Perbedaan kekuatan negara dalam sistem internasional merupakan obyek dari teori neorealisme. Dengan demikian, konsep kunci dari neorealisme adalah perimbangan kekuatan antar negara, pengulangan internasional, dan konflik internasional berupa perang atau perubahan internasional. Prespektif neorealisme lebih cenderung mempersalahkan sistem sebagai faktor utama yang mendorong aktor negara.
Kenneth Neal Waltz telah memberikan dampak yang luar biasa dalam memahami pendekatan neorealisme dalam bukunya Theory of International Politics (1979). Asumsi dasar yang diajukan. Pertama, kondisi anarki hubungan negara dengan aktor lainnya. Kedua, struktur sistem sangat mempengaruhi tingkah laku aktor. Ketiga, self interest memaksa negara yang hidup dalam kondisi anarki memilih self help daripada kooperasi.
Menurut Waltz, sistem bipolar lebih stabil daripada multipolar, karena sistem bipolar menyediakan stabilitas internasional yang lebih besar. Ada tiga alasan untuk menjelaskan stabilitas sistem bipolar. Pertama, jumlah konflik antar negara berkekuatan besar jauh lebih sedikit, dan hal ini mengurangi jumlah kemungkinan perang antar negara-negara besar. Kedua, lebih mudah menjalankan sistem penangkalan yang efektif, karena lebih sedikit negara-negara berkekuatan besar yang terlibat. Ketiga, kemungkinan salah perhitungan dan salah bertindak lebih rendah. Hal ini disebabkan, stabilitas dalam neorealisme adalah pencarian sebuah equilibrium.
Fokus Waltz dalam neorealismenya adalah cara menciptakan sistem atau mengoperasikan sistem. Waltz juga memandang pemimpin negara sekadar tawanan dari struktur sistem negara dan logika determinasinya yang memberikan petunjuk tentang apa yang harus mereka lakukan dalam menjalankan kebijakan luar negerinya. Argumen ini pada dasarnya merupakan teori determinis, karena strukturlah yang menentukan kebijakan.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Waltz, Kenneth Neal (1979). Theory of International Politics. MA: Addison-Wesley Pub. Co.
  2. Morgenthau, Hans J. (1985). Politics Among Nations:The Struggle for Power and Peace. New York: Alfre A. Knopf.
  3. Soresen, Georg and Jackson, Robert (1999). Introduction t International Relations. New York: Oxford University       Press.

Komentar